Ngomongin Tentang Liputan (Day 25)

23:12:00

Source
Jadi, sembari diiringi lagu Told You So-nya Paramore, aku menulis ini di tengah-tengah deadline untuk menulis artikel di terbitannya Surat Kabar Mahasiswa (SKM) Bulaksumur. Nggak, aku nggak berusaha terdengar sok keren dan sibuq sewaktu bilang ini, cuma sebagai pengantar saja untuk apa yang bakal aku bahas di tulisan kali ini.

Kira-kira sudah hampir satu tahun aku mulai, katakanlah, bergelut di bidang jurnalistiknya anak kuliahan. Selama pengalamanku yang nggak seberapa ini, tentu aku punya beberapa keraguan atas kemampuanku selama menjalankan tugas, misalnya saat liputan.

Aku lumayan sedih sewaktu melakukan wawancara yang selesai hanya dalam kurun waktu kurang dari setengah jam, padahal narasumbernya sudah menyediakan waktu khusus untuk diwawancarai dan dalam keadaan yang tidak terburu-buru. Iya c, bikin transkrip wawancara yang lebih dari setengah jam itu akan sangat cape', tapi tapi tapi, mungkin permasalahannya bukan di jangka waktu yang kuhabiskan untuk wawancara yang cuma setengah jam, tapi aku khawatir dalam setengah jam (atau kurang) itu aku kurang menanyakan hal-hal yang lebih dalam terkait isu yang dibahas. Apalagi, kalau yang diliput itu bukan isu, melainkan tentang sosok individu seperti yang pernah kujelaskan di >sini<.

Aku juga sering panik ketika di tengah-tengah wawancara daftar pertanyaanku mulai habis karena pertanyaan-pertanyaanku sudah dijawab narasumber bahkan sebelum aku menanyakannya. Nggak mungkin aku menanyakan ulang hal-hal yang sudah dijawab. Bahkan aku pernah melakukan beberapa wawancara di mana ada jeda canggung setelah narasumber selesai menjawab sebuah pertanyaan dan aku masih bingung mau tanya apa lagi sambil lihat-lihat catatan daftar pertanyaanku. Hfft.

Dan yang paling bikin aku khawatir adalah manner saat menghadapi narasumber. Gimana kalau selama wawancara itu narasumber menganggap aku nggak sopan? I mean, kadang di tengah-tengah penjelasan narasumber aku bisa aja kehilangan konsentrasi dan meleng sebentar. Ditambah lagi, kadang saat narasumber ngomong, aku ngalihin pandangan ke arah catatanku dengan maksud mempersiapkan pertanyaan selanjutnya, tapi aku khawatir si narasumber bakal ngganggep aku nggak merhatiin dia.

Duh, lebay banget yak.

Yha, pokoknya gitu deh. Sekedar uneg-uneg sedikit yang dikeluarkan agar merasa agak lega, plus biar ada bahan untuk ditulis hari ini.

Hehe, uwes og, gitu doang. Terimakasih sudah baca ya, God bless! :)

You Might Also Like

0 comments

Beli merica, beli jamu.
Habis baca-baca, kuharapkan komenmu!