Hiburan Sederhana (Day 19)

23:47:00


Sejak tinggal di Jogja, aku jadi sering ketemu dengan waria-waria yang bekerja di jalanan (baca: ngamen).

Nah, di waktu-waktu yang beruntung, aku dan teman-teman yang lagi makan di warung akan kedatangan mbak-mbak ini. Yah, beberapa temanku ada yang cukup sensitif dengan mereka, tapi sebaliknya, aku sih justru terhibur banget, hahahaha.

Walaupun tiap aku lihat mereka aku pasti kaget karena mereka sangat nyentrik dan menyala-nyala, tapi ujung-ujungnya aku pasti giggling tiap habis memberikan uang ke mereka. Gimana ngejelasinnya ya? Menurut pendapatku, pengamen waria cenderung lebih ceria dan centil. Entah mereka beneran happy, atau karena tuntutan pekerjaan, mereka selalu tersenyum dan ramah dengan orang-orang yang mereka hampiri.

Dan lucunya, setelah sudah berkali-kali dihampiri mbak-mbak ini sewaktu lagi makan di warung, aku baru sadar kalau mereka punya sikap yang sama sewaktu nyapa aku, yaitu selalu ngasih salam dulu, lengkap dengan intonasi centilnya.

"Assalamualaikum, cantiiiik ~~~" lengkap dengan tanda gelombang di akhir kalimat because that's how they sound like.

Setelah diberi uang pun, mereka akan berterimakasih dengan intonasi yang masih sama cerianya, "Makasih cantiiik~~~"

Hal yang aku highlight dari pengamen-pengamen waria ini adalah keramahan yang mereka tebar. Aku nggak tau sih bagaimana sifat asli mereka, atau bagaimana pengamen waria lain bersikap di daerah lain. Tapi dari pengalamanku didatangi oleh mereka, mereka selalu ceria, centil, dan menghibur, hahahahaha.

Well, mungkin seiring dengan aku yang makin capek dengan rutinitas, hal-hal kecil seperti mendapatkan sedikit keramahan dari pengamen-pengamen waria ini bisa jadi hiburan tersendiri buatku. Hahahahaha.

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Subscribe