Berinteraksi Ternyata Nggak Buruk-Buruk Amat (Day 10)

23:24:00

Sebuah vekesyen. Ditambahkan ke post ini karena entahlah.
Ada saat-saat di mana aku merasa nggak ingin ke mana-mana, cuma mau berguling-guling nggak jelas di kasur, sambil makan makanan yang enak dan baca Webtoon. Beuh. Mana ada yha hidup seenak itu.

Entah karena kamarku di asrama terletak sangat di pojok belakang sehingga nggak memungkinkan bagiku untuk membuka jendela kamar tiap pagi dan melihat indahnya dunia (jadi aku jarang lihat matahari pagi yang katanya bikin sehat), atau simply aku emang jadi tambah males aja, memang rasanya paling enak untuk diam di kamar dan nggak melakukan apa-apa. Sadar sih, kalau itu cuma membuang-buang waktu dan menjadikan hari itu semakin nggak ada artinya, tapi... aku cuma butuh waktu untuk bernafas, nggak memikirkan apapun, dan nggak berusaha melakukan apapun. Dari pemikiran ini lah aku merasa memang tempat terbaik itu ada di kamar, yang aman dari ramainya dunia, dan aku nggak harus menghadapi siapa-siapa.

Huh, tapi apanya yang terbaik.

Nyatanya, kalau aku kelamaan di kamar juga rasanya sangat sumpek dan jenuh. Sangat nggak asik rasanya kalau seharian terus ngelihatin tembok. Akhirnya, kadang-kadang ketika sedang cari makan di warung, aku sengaja duduk agak lama di sana, sambil minum es kopi sachet yang diseruput sedikit-sedikit. Kadang aku juga cari makan agak jauh dari tempat tinggal, hanya supaya bisa naik motor agak jauh dan nyetir pelan-pelan sambil melihat kehidupan yang berjalan.

Dan alangkah kagetnya diri q, sewaktu kupikir sebenarnya aku butuh waktu untuk sendirian dan mengunci diri di kamar, tapi saat tiba-tiba ada teman yang mengajak hangout, tanpa sadar aku spontan jadi lebih semangat. Dan aku lebih terkejut lagi ketika sedang ngobrol dengan teman-teman, ternyata pikiranku jadi jauh lebih segar. Aku baru sadar, diam terus di kamar menyebabkan aku hampir nggak ngomong sama sekali, dan ternyata itu melelahkan juga.

Di tulisan ini bukannya aku ingin bilang kalau diam di kamar dan istirahat dari keramaian adalah hal yang buruk. Semua kan tergantung karakter dan kebutuhan orang masing-masing. Hanya saja, aku baru sadar kalau akhir-akhir ini aku jadi begitu skeptis tentang konsep bersosialisasi karena bagiku itu bisa jadi melelahkan dan lebih baik aku diam di kamar aja untuk menyimpan energi.

Eh, tapi nyatanya, justru energiku jadi habis dan hampa kalau aku kebanyakan memghabiskan waktu nggak ngapa-ngapain di kamar. Dan saat aku sedang siap-siap untuk kuliah, pertemuan organisasi atau hal-hal semacam itu, iya sih sebelum berangkat aku ngeluh mulu, tapi setelah dijalani, berinteraksi dengan orang-orang ternyata membuatku merasa lebih baik. Melihat kehidupan yang berjalan, ternyata nggak buruk-buruk amat.

Kayaknya aku harus lebih sering-sering keluar main deh.

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Subscribe