Anak Kecil Depan Rumah ._.v

19:16:00

Assalamu'alaikum bloggybeaaars!!!!!

Tadi seru banget di kelas gue, hahahahaha. Tadi, temen gue si Disky beli kripik Maicih (itulhoo, kripik yang pedesnya bikin mulut mangap-mangap kayak ikan koki kejepit pintu) level 10!!!! Jadi, Maicih kalo level 10 tuh udah level paling pedes banget. Pas dia beli, anak-anak langsung pada minta, dan gue, yang langsung ngambil sejumput, pas udah masuk tenggorokan sih biasa aja, tapi tiba-tiba telinga sama kepala gue sakiiiiit banget. Begitupula anak-anak, kepalanya udah mulai sakit, dan wajah kita jadi mirip ikan koki (Iya, gue tau kok tanpa Maicih wajah kita udah mirip ikan koki ._.). Tapi berhubung tuh Maicih enak banget, jadi nagiiiiih banget, udah pedes-pedes gitu masih minta aja... Pas anak-anak udah kesakitan gitu, si Disky masih biasa aja. Sampai akhirnya.... dia pun gak kuuuat. Lalu sekelas pun keluar dari kelas dan berbaris di depan kelas dan bernyanyi dan berjoget lagu 7icons. Gak gak gak kuaaat.

Nggak ding.

Terus, temen gue sebut aja Nuvi sama Sheila juga beli, tapi level 3, dan anak-anak juga minta wkwk, yang ini sih mendingan, tapi teteup pedees ._. Terus, si Ayaa juga beli yang level 5, anak-anak juga minta yah, muhahahahaaa.

Alhamdulillah yah, sampe sekarang perut gue masih nggak kenapa-napa. Nggak sakit. Tapi malah mauuu lagi.

Oke, mari kita membicarakan, main topic dari entri dodol ini.

ANAK KECIL DEPAN RUMAH

Rumah gue, adalah tipikal rumah dengan halaman yang seupil tapi cukup untuk menampung kedodolan akut dari anak-anak kecil yang kalo bicara suka ngelantur.

Anggep aja gini, dua dari empat anak yang main di halaman rumah gue, gue gak kenal. Jadi, gak semua anak yang main di halaman rumah gue, adalah anak yang gue kenal. Ngerti?

Nah, halaman rumah gue, adalah halaman kecil yang nggak berlantai juga nggak berumput. Dan, nggak berpager. Jadi, kalo anak-anak main, mereka bisa langsung main di halaman rumah gue. And, it's a hell to me.

Nggak jarang juga mereka suka ngintip-ngintip ke kamar gue. Yaaah, letak kamar gue kan di depan sendiri, persis di bagian kanan halaman.

Hm.... tau ga, anak-anak kecil itu kalo bicara sumpaaaaaaaaaaaaaah nggak banget.

Khayalan mereka terlalu tinggi.

Inilah cuplikannya :

Anak Satu : "Cepaaat cepaat pergiii, pangeraan!!"
Anak Dua : "Baiklah, Ratu Ayu,"
Anak Tiga : "He, aku laper,"
Anak Satu : "Heeee, kamu manggil aku apa?"
Anak Dua : "Opo?"
Anak Satu : "Kamu manggil aku bibi tah, ibuk ta,"
Anak Tiga : "Bibi ae lhooooooo..." (dengan gaya jongkok-mau-boker)
Anak Satu : "JANGAAAAN.... IBUK AE LHOOOO!!!!!"

Dan terjadilah perdebatan seru pada event Konferensi Makhluk-Makhluk Belum Jadi ini.

Tapi itu nggak seberapa, malah pernah, ini lucu banget.

Ini percakapannya :

A : "Hei, ayo ke penjara!"  
B : "Hei, ak nemu WC!!" 
C : "Giginya mna giginya?"

Sumpah gue ngekel sambil makan sandal goreng #eh

Pernah nih, pas gue lagi asik-asik twitteran, dan anak-anak itu menghayal berada di kerajaan, ngga ada angin ngga ada ujan, bahkan gue udah divaksinasi (lho?), tiba-tiba terdengar suara muuuuacchhhhhhhh :* yang amat sangat memekakkan telinga dan satu fakta yang mengejutkan, TERNYATA ANAK-ANAK ITU MENEMPELKAN BIBIRNYA KE JENDELA GUE, alias MENCIUM JENDELA KAMAR GUE DENGAN BIADAB.

Mereka masih melakukan hal mengerikan itu sewaktu gue udah kejang-kejang di lantai.

Untuuuuung aja, gordennya udah gue tutup sebelum mereka membawa 'muach'-nya ke jendela kamar gue yang imut itu.

Bayangin aja, ada wajah tak berdosa dengan tatapan mereka yang mematikan, tiba-tiba bibir mereka nemplok di jendela kamar lo dengan spontan.

Gak beberapa lama, rumah gue udah senyap lagi. Mungkin anak-anak-pandai-berkhayal-si-penyipok-jendela-gue udah pindah ke RUMAH SEBELAH untuk MEMBANGUN KERAJAAN BARU.

Terimakasih terimakasih.
Jika kalian menananyakan betapa berartinya 1 menit itu, tanyakan sama seseorang yang ketinggalan pesawat - @KakakGogel

You Might Also Like

3 comments

Popular Posts

Subscribe