SD - SMP "Perubahan yang Tak Terkira"

16:53:00


Semua itu butuh proses. SANGAT BUTUH.

Pernah nggak kamu merasa jauh tertinggal dibawah rata – rata ketika kamu baru aja pindah dari wilayah lamamu?

Contohnya, ketika kamu pindah sekolah.

Nah, biasanya apa yang kita rasakan adalah, “Wah, aku tertinggal. Padahal, di sekolah yang lama, aku selalu dijadikan bahan untuk dikagumi karena saking hebatnya aku,”. Ya, itu mungkin terjadi sama kita semua. Nggak semua yang terbaik di satu sekolah adalah yang terbaik di sekolah lain juga.

Atau, ini, satu contoh yang pasti. Setelah lulus dari SD, kita lanjut ke SMP ‘kan? Nah, disitulah biasanya kita mulai adaptasi yang berat dan amat sulit. Banyak banget pelajaran yang pada dasarnya, kita nggak tau sama sekali. Aljabar, Kimia, dll. Dan, akhirnya kita harus mulai dari awal, dan harus menerima segala perasaan dan kekecewaan yang teramat pahit ketika kita gagal. Jauh berbeda ‘kan, sama kehidupan kita waktu kelas 6 SD dulu? Pasti segala rintangan soal kita selesaikan dengan mudah.

Tapi, coba deh kita pikir. Bukannya ini hanya awal? Hanya awal? Namun, awal yang lebih berat dari awal – awal yang pernah kita alami?

Bukankah sewaktu SD kita juga pernah mengalaminya? Kita baru aja lulus dari TK yang cuma mengenal nyanyi sama bermain serta mungkin doa – doa sederhana lalu lulus dan masuk SD. Hebatnya lagi, kita sama sekali belum pernah melalap segala pelajaran yang ada di kelas 1 SD? Waw! Tapi nyatanya, setelah kita bersekolah 6 tahun di SD, toh akhirnya kita berhasil dan lulus dengan hasil yang lumayan memuaskan. Yah, paling nggak, ya lulus lah.

Sama dengan masuk SMP, awalnya emang sulit. Karena kita baru kenal banyak pelajaran yang ada. Aneh memang rasanya. Tapi itulah, mungkin nanti kelas 8, atau kelas 9, bahkan paling cepet semester 2, kita bisa maju.

Sewaktu SD pasti pernah, bahkan mungkin sering dapet nilai jeblok. Tapi, kita nggak sakit hati ataupun iri sama temen kita. Yaiyalah, ‘kan masih kecil, biasanya kelas 1 – 4. So, kita cuek aja dapat hasil berapapun.

Semakin besar, sampai kelas 6 SD. Semakin besarlah rasa iri sedikit – sedikit muncul ketika kita gagal dan teman kita berhasil. Tapi, belum sampai kita merasa payah ataupun kecewa.

Makin besar, masuk SMP. Wah, senengnya bisa lulus SD dengan hasil memuaskan! Oh, ternyata kita masuk ke SMP favorit yang diinginkan! Danem SD kita bagus, dan yakin akan berhasil pula di sekolah yang baru, dengan segala yang baru, SMP. Mulailah kita mengenal Aljabar, Kimia, dll. Kita cuma bisa melongo. Belum pernah kita menyentuh apalagi mengerjakan pelajaran – pelajaran aneh itu. Akhirnya, ya pasti lah, mau nggak mau kita lakuin. Mulailah suatu petualangan. Yaitu tertinggalnya kita dari teman – teman. Nilai jeblok, pemahaman rendah, konsentrasi rendah, dan loading otak kita lemot. Tugas numpuk, pembagian waktu, belum lagi yang jadi pengurus OSIS, wah tambah repot. Konflik sama teman, ditakut – takuti teman akan nilai kita yang jeblok, ulangan bertubi, ekskul boring, belum lagi ngedengerin guru – guru nyerocos soal hasil kerja kita yang mengecewakan, wah, oh no!!! Dan, tibalah pembagian rapot semester 1, deg – degan banget rasanya! Walaupun mendapat ranking 10 atau 20 besar aja pasti kita udah puas banget! Karena, betapa sulitnya pelajaran yang kita lakukan, betapa beratnya perjuangan kita, dan hasilnya lumayanlah. Padahal, di SD, kita pasti kecewa berat kalau nggak dapet ranking 3 besar.

Hahaha, itulah yang terjadi di kehidupan baru, SMP. Sebenernya, semua sama kok. SD, SMP, dan SMU. Mungkin perguruan tinggi lain lagi, aku nggak tau. Hehe, sebenernya SMU juga nggak tau sih, tapi kan sama aja SEKOLAH MENENGAH ‘kan?

Jadi, positive thinking aja. Coba berfikir luas meskipun berat, sulit, takut, dan menyayat. Emang sih, gampang ngucapinnya, sulit ngejalaninnya. Tapi, emang gitu kenyataannya. Hehe.

itulah yang sering aku rasakan. sering aku nangis karena putus asa. tapi, yeah, semoga, aku bisa ngejalanin dengan enjoy supaya hari terasa cerah!!!! hahaha..... Insya Allah....

:D

You Might Also Like

2 comments

Popular Posts

Subscribe